FREE WILL YANG SALAH KAPRAH!!!

02 April 2009 jam 9:22

KEBEBASAN KEHENDAK (FREE WILL) TELAH BENTUK DUNIA MENJADI SEMRAWUT DAN PENUH GEJOLAK NEGATIF

Memang para pembaca yang budiman, setelah melalui pengembangan, entah berjuta tahun atau lebih, bentuk dunia kita hanya sedikit berubah dalam hal kenyaman, keamanan serta keharmonisan antar penduduknya. Bukankah hal ini kini seharusnya menjadi perhatian tuntas dari kita semua, terutama yang merasa dirinya lebih berkuasa daripada sesamanya.

Seorang yang disebut <Pemimpin> atau <Pengarah Haluan> seyogyanya telah mempunyai suatu kepintaran yang absolut. Disini dimaksudkan mempunyai segudang pengalaman, keterampilan serta keseimbangan total yang disebut <Manusia Utuh>. Mungkin saja diantara para pembaca belum juga mempunyai definisi absolut yang menyangkut hal ke-<Utuhan> tersebut.

Penulis di dalam hal ini sudah banyak sekali mengungkapkan melalui naskah-naskahnya mengenai keseimbangan itu. Ada kemungkinan pula, bahwa cetusan pikiran penulis tidak sesuai dengan kondisi dunia saat terkini. Ketahuilah, bahwa bentuk dunia kita seperti sekarang ini, disebabkan oleh ketidak seimbangan serta kurang adanya <Pengendalian Emosi> serta keseimbangan dari kita semua.

Hal ini telah diungkapkan pada suatu <Teleseminar> dari <Gerald O’ Donnell> beberapa saat lalu, yang juga penulis ikuti dengan seksama. Beliau di dalam seminar itu mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang telah banyak diperkosa oleh mereka yang ingin menjadi penguasa dari sesamanya bagi keuntunganya sendiri-sendiri beserta kelompoknya yang sangat tergantung dari kekuasaanya tersebut..

Beliau lama berkecimpung pada lembaga-lembaga, baik pemerintah maupun swasta dan mempunyai nama yang tak banyak diantara kita dapat meraih. Beliau disebut sebagai ahli di dalam <Remote Viewing dan Influencing> atau pengendalian visi serta mempengaruhkan visi itu dengan jarak jauh. Ada yang berpendapat, bahwa ia bisa disebut seorang <spion para-normal> karena dapat menembus informasi yang tertutup serapih apapun.

Sudah tentu hal itu terjadi melalui penguasaan <Vibrasi Kosmis>, yang kita semua masih sangat buta yang menyangkut hal tersebut. Ia pun diwawancarai oleh seorang anak muda (indigo) Vishen Lakhiani, pendiri dari web <Finer Minds>, yang banyak mengungkapkan hal Psychorientology, penemuan DR.Jose Silva, serta mewawancarai para guru-gurunya yang telah berkembang dengan pesat seperti a.l. Burt Goldman, Neal Douglas, Nelda Sheets, Mandy Bass, Laura Quesada Silva, Alejandro Gonzales, Robert B Stone dan lainya yang kesemuanya berkecimpung di dalam pengembangan suatu <Cara berpikir> beserta pendidikanya yang bebas dari Keterbatasan <Ruang dan Waktu> atau <Time and Space>.

Informasi seperti itu kelihatanya kurang mendapatkan perhatian yang mendalam dari kebanyakan diantara kita, yang sudah dikengkang oleh adanya doktrin dan dogma didalam agama. Seakan apa yang diungkapkan itu sudah ada didalam penjelasan buku-buku agama bentuk apapun, tapi tidak menangkap <Persepsi>-nya yang absolut. Takut menlanggar ini dan itu. Tapi toh akan melanggarnya juga dengan banyak alsan tertentu, bukankah demikian bentuk masyarakat kita sedunia?

Kita ingin mendapatkan kebenaran dari konstruksi hidup ini, tapi tidak berani dan punya <Nyali> melawan salah interpretasi dan persepsi dari kebanyakan diantara kita, bukan? Kita merasa kurang mampu mencapai kesempurnaan yang memang sejak adanya Jagad Raya, telah di-Ciptakan oleh <Vibrasi> yang menjadikan <Universe> ini.

Para pembaca, tiada suatu Hukum yang begitu indah, adil dalam ketentuan serta keteraturanya selain Hukum yang menjaga kelestarian Ciptaan, termasuk makhluk manusia yang sangat kecil artinya terhadap kesempurnaan dari <Kreasi Jagad Raya> tersebuit. Menurut pendapat penulis kurikulum di sekolah-sekolah hendaknya ditinjau kembali, karena penuh dengan terjalinya hal-hal dari <Masa Lampau>, yang menurut Mr. Gerald O’ Donnell, mejadi hambatan, karena kita masih jauh dari persepsi makna serta pemahaman akan <Kreasi Kosmis> tersebut.

Kita dikatakan mempunyai hanya <Satu Tuhan>, tapi ada banyak Nabi beserta pengikutnya yang masing-masing sudah tentu tidak serupa didalam suatu interpretasi dan persepsi. Lalu menyimpulkan hal-hal yang membingungkan dengan menyatakan bahwa selain bentuk agama yang dianut, lainya bukan orang yang beragama tetapi kafir.

Hal-hal seperti itulah yang membangkitkan ketidak nyamanan serta merumuskan perbedaan penganutan yang lalu bisa berkembang menjadi suatu kemacetan di dalam bentuk berfikir. Bila ada suatu kesempatan lagi mengikuti suatu <Teleseminar> dari Gerald, kita sudah harus <Siap> melepaskan keterbatasan berfikir, membuka lebar-lebar konsensus kita serta mempunyai kondisi yang <Tepat> untuk itu, yaitu punya keseimbangan dari kondisi <Sadar> dan <Nirsadar> yang pasti akan menuntun pada persepsi yang jujur dan benar, tanpa terpengaruh oleh konsep manipulatif!

Bila hal itu dapat dirasakan oleh para pembaca, maka prinsip akan arti serta tujuan hidup akan sangat <Jelas> dan tidak dapat mensyukuri adanya penyimpangan-penyimpangan yang telah terjadi di dalam masa-masa lampau.

Yang lampau tak dapat dipergunakan lagi didalam suatu pengembangan <Baru>. Informasi yang <Baru> itulah hendaknya dapat ditangkap melalui suatu persepsi, pandangan, pengertian pemahaman serta pemanfaatanya yang demikian <Luas>-nya yang akan dapat merubah hidup kita kearah yang selalu <Positif>!.

Demikianlah Kenyataanya.

iNI HARUS DIKETAHUI SDR-SDR-KU TERCINTA

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.